Selasa, 02 Februari 2010

Pilih Kepala Daerah yang Berkarakter

Setelah pemilihan umum legislatif usai kemudian menyusul pemilihan umum presiden dan wakil presiden, kini rakyat Sulawesi Utara kembali diperhadapkan dengan Pemilukada di enam kabupaten/kota dan gubernur yaitu: Manado, Minahasa Utara (Minut), Tomohon, Minahasa Selatan (Minsel), Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Tentu masyarakat Sulut menghendaki pemimpin yang terpilih nanti adalah mereka yang punya sense of crisis dan entrepreneurship.
Dalam hajatan lima tahunan ini, masyarakat Sulut harus bisa mendapatkan pemimpin-pemimpin, selain memiliki sense of crisis dan juga jiwa entrepreneurship. Rakyat Sulawesi Utara harus cerdas memilih pemimpin yang memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial-budaya, ekonomi, dan politik yang tengah dihadapi masyarakat serta pemimpin yang memiliki pengetahuan atau jiwa kewirausahawan.
Pemimpin yang memiliki kepedulian yang tinggi --- terutama pada kondisi sosial ekonomi publik, dan ini pun dia pahami sebagai faktor-faktor utama penghambat utama pencapaian kesejahteraan masyarakat, maka sang pemimpin pun harus pintar memutar otak bagaimana cara agar sumber-sumber daya ekonomi daerah dijadikan sebagai “produk-produk daerah” bernilai jual tinggi. Pemimpin yang memiliki pengetahuan atau jiwa entrepreneurship dengan sendirinya tidak akan memberatkan rakyatnya dengan berbagai pungutan, restribusi dan pajak-pajak guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah yang cukup signifikan.
Pemilukada yang sudah di depan mata ini, bukan justru ajang memilih pemimpin yang suka menghabiskan uang rakyat yang didasari bermacam-macam motif. Bukan memilih pemimpin yang suka berfoya-foya keluar daerah atau ke luar negeri dan tanpa membawa kontribusi yang jelas bagi rakyat dan daerahnya. Terlebih khusus lagi bagi daerah kabupaten/kota hasil pemekaran yang belum lama terbentuk.
Pemimpin yang memiliki sense of crisis dan entrepreneurship sangat tidak ditentukan usia pemimpin. Baik tua maupun muda bisa saja memiliki sense of crisis dan entrepreneurship, tergantung individunya. Untuk mendapatkan hasil perubahan yang cukup signifikan di daerah, tentu harus ditopang pula dengan integritas moral pemimpin, dan para birokrat dibawahnya. Mentalitas pembangunan dan pendidikan menjadi faktor penting dalam melakukan suatu perubahan. Artinya, agama dan ilmu pengetahuan menjadi fondasi utama dari sebuah character building. Bukankah sila pertama dari dasar negara kita (Pancasila) yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, kemudian diikuti tujuan utama kemerdekaan RI adalah: Mencerdeskan kehidupan bangsa? Bisakah kita memilih pemimpin yang berkarakter? Semoga...!!!

artikel ini dimuat di http://manado.antaranews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar